Ratusan Nelayan Mangunharjo Lestarikan Sedekah Laut, Diharapkan Jadi Wisata Budaya Semarang

redaksi
7 Jul 2026 10:46
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Ratusan nelayan bersama warga RW 5 Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, kembali menggelar tradisi Sedekah Laut sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut sekaligus doa memohon keselamatan saat melaut. Tradisi yang digelar pada Selasa (7/7/2026) itu berlangsung meriah dengan prosesi larung kepala kambing yang ditempatkan di atas miniatur kapal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama di lingkungan permukiman nelayan. Setelah itu, warga mengarak miniatur kapal berisi sesaji dan gunungan menuju bibir pantai sebelum dilarung ke tengah laut menggunakan kapal-kapal nelayan.

Ketua Panitia Sedekah Laut Mangunharjo, Rahmat, mengatakan tradisi tersebut merupakan warisan leluhur yang rutin dilaksanakan setiap usai bulan Muharam atau Suro, bertepatan dengan Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon sesuai kesepakatan masyarakat setempat.

“Sedekah laut menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil tangkapan yang diberikan sekaligus doa agar para nelayan selalu diberi keselamatan ketika mencari nafkah di laut,” ujarnya.

Ia menjelaskan kepala kambing dipilih sebagai bagian dari sesaji yang dilarung bersama aneka jajanan tradisional. Sementara daging kambing dimasak dan dinikmati bersama warga sebagai simbol kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi masyarakat pesisir.

Usai prosesi pelarungan, puluhan kapal nelayan bergerak mengelilingi lokasi sesaji sambil memanjatkan doa agar hasil tangkapan semakin melimpah dan aktivitas melaut diberikan kelancaran.

Suasana tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan pemandangan iring-iringan kapal nelayan yang memenuhi perairan pesisir Mangunharjo.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, mengatakan tradisi Sedekah Laut merupakan bagian dari identitas masyarakat pesisir yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.

Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memperkuat semangat para nelayan dalam menjalankan aktivitasnya.

“Tradisi seperti ini harus terus dipertahankan karena menjadi bagian dari kekayaan budaya Kota Semarang

Ke depan, kami berharap kegiatan ini bisa dikembangkan menjadi agenda wisata budaya yang mampu menarik lebih banyak pengunjung,” katanya.

Hal senada disampaikan Camat Tugu, Muhammad Mirzaq Effendi. Ia menilai Sedekah Laut memiliki nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan pesisir.

Menurutnya, pelestarian budaya tersebut juga harus diiringi dengan upaya menjaga kebersihan kawasan pantai sehingga mampu mendukung pengembangan wisata di wilayah pesisir Kecamatan Tugu.

“Kami berharap tradisi ini tidak hanya menjadi kegiatan budaya tahunan, tetapi juga mendukung program Semarang Bersih. Dengan lingkungan pantai yang terjaga, kawasan Mangunharjo memiliki potensi menjadi destinasi wisata pesisir yang semakin diminati,” ujarnya.

Tradisi Sedekah Laut di Mangunharjo hingga kini masih menjadi salah satu budaya yang terus dipertahankan masyarakat nelayan sebagai simbol rasa syukur, doa keselamatan, serta upaya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.(**)