Rakorda Bangga Kencana 2026, Pemprov Jateng Perkuat Sinergi Pembangunan Keluarga

Alan Henry
14 Apr 2026 16:53
Daerah 1
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan keluarga melalui dukungan terhadap program nasional Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Program tersebut mencakup sejumlah inisiatif, di antaranya Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya (Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), serta pengembangan layanan digital melalui Super Apps.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bangga Kencana tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026, Selasa (14/4/2026), di Gedung Gradhika Bhakti Praja.

“Rapat koordinasi ini sangat strategis. Bagaimana nanti menyamakan persepsi, menyamakan langkah supaya kita lebih efektif. Bagaimana kita membangun keluarga yang kuat, yang sejahtera, bisa menciptakan sumber daya manusia yang unggul untuk menuju Indonesia tahun 2045,” ujar Sumarno.

Ia menambahkan, melalui program Bangga Kencana, masyarakat diajak kembali memperkuat fungsi keluarga sebagai ruang utama pembinaan generasi.

Sumarno juga mengungkapkan hasil survei Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah yang menunjukkan kecenderungan anak lebih memilih mencurahkan masalah kepada teman atau kecerdasan buatan dibandingkan orang tua.

“Kalau ada masalah itu dia curhatnya ke siapa ya? Ternyata banyak curhatnya ke temannya, ke AI. Tidak ke keluarga, tidak ke bapak ibunya. Ini kita prihatin,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Ia mengajak keluarga untuk lebih sering meluangkan waktu berkumpul, mengurangi penggunaan gawai, serta membangun komunikasi yang sehat di lingkungan rumah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Rusman Effendi, mengatakan rakor ini bertujuan mendorong implementasi program prioritas BKKBN guna mempercepat pembangunan keluarga.

“Kelima program prioritas ini memerlukan intervensi dan dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, dalam Pra Rakorda pada Senin (13/4/2026), memaparkan berbagai bentuk komitmen Pemprov dalam pelaksanaan program Bangga Kencana.

Program Genting dijalankan melalui penguatan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), advokasi, serta edukasi keluarga seperti webinar “Ngopi Penak”. Program Tamasya diwujudkan melalui Kabupaten Layak Anak, Forum Anak, kebijakan penyediaan tempat penitipan anak bagi pekerja, sekolah ramah anak, serta pengasuhan positif di daycare.

Adapun program GATI didukung melalui Garpu Perak, Gerakan Satu Jam Berkualitas (SatuJamku), Forum Komunikasi Keluarga Gender (FKKG), serta kampanye He For She. Sementara program Sidaya dikembangkan melalui inovasi Serat Kartini (Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini) dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

Penguatan layanan berbasis teknologi juga dilakukan melalui pengembangan aplikasi digital sebagai bagian dari transformasi program.

Rakorda yang digelar di kompleks kantor gubernur tersebut dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD) serta mitra BKKBN dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama dengan Universitas Aisyiyah Surakarta.

Selain itu, Sumarno turut menyerahkan tiga penghargaan di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga kepada Pemerintah Kota Surakarta dan Kabupaten Temanggung, serta satu penghargaan peserta terbaik program Tamasya kepada Kabupaten Klaten. ***