Menko PMK Pratikno Dorong UIN Walisongo Garap External Resources dan Naming Rights

redaksi
2 Sep 2026 09:41
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mulai memperkuat strategi pengembangan sumber daya eksternal atau external resources sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola dan pembiayaan perguruan tinggi.

Langkah tersebut dibahas dalam Executive Meeting Pengembangan External Resources yang digelar di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., jajaran pimpinan universitas, dekanat, serta pimpinan lembaga dan unit di lingkungan UIN Walisongo.

Forum itu membahas strategi inovatif untuk menggali dan mengoptimalkan sumber pembiayaan dari luar kampus, termasuk melalui kerja sama dengan mitra korporasi dan lembaga filantropi.

Menko PMK Dorong Perubahan Pola Pikir

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Pratikno menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam perencanaan dan pembiayaan perguruan tinggi.

Menurutnya, kampus menghadapi dilema antara tuntutan peningkatan mutu dan pelayanan dengan keterbatasan ruang pembiayaan. Karena itu, perguruan tinggi perlu mencari pola baru dalam mengembangkan sumber daya.

“Tata kelola perguruan tinggi itu pada dasarnya mengelola dilema mandat. Kita butuh mencari rel yang tepat, bukan sekadar mengerem. Tuntutan mutu dan pelayanan kampus terus meningkat di era media sosial ini, sementara ruang pembiayaan sering kali terbatas,” kata Pratikno.

Ia mendorong perguruan tinggi tidak hanya menyusun program berdasarkan kemampuan anggaran internal atau budget-driven.

Kampus, lanjut dia, perlu menawarkan gagasan dan nilai masa depan atau future value kepada calon mitra sehingga dapat membuka peluang memperoleh fresh money, dukungan fasilitas atau in-kind, hingga skema naming rights.

Naming rights merupakan skema pemberian hak penamaan terhadap gedung atau fasilitas tertentu melalui kerja sama dengan mitra.

“Jangan membatasi rencana dari besarnya dompet internal, tetapi beranilah menawarkan narasi masa depan dan reputasi kampus melalui inovasi pembiayaan eksternal serta skema naming rights,” tegasnya.

UIN Walisongo Siapkan Strategi External Resources

Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan tersebut dengan mengembangkan pola pembiayaan yang lebih inovatif.

Menurut Musahadi, perguruan tinggi perlu keluar dari pola perencanaan konvensional dan mulai membangun strategi berdasarkan keunggulan serta potensi yang dimiliki kampus.

“Arahan dan pandangan dari Bapak Menko PMK Prof. Pratikno menjadi pemantik semangat sekaligus kompas strategis bagi UIN Walisongo Semarang,” ujar Musahadi.

Ia mengatakan UIN Walisongo akan mengembangkan narasi keunggulan kampus sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai pihak.

Sejumlah skema yang menjadi perhatian antara lain naming rights dan penggalangan endowment fund atau dana abadi.

Program Strategis Dibagi Tiga Sumber Pembiayaan

Musahadi menambahkan, hasil Executive Meeting tersebut akan ditindaklanjuti oleh seluruh unit kerja di lingkungan UIN Walisongo.

Pimpinan universitas, fakultas, hingga lembaga akan diarahkan untuk memetakan kebutuhan pembiayaan program strategis melalui tiga saluran utama.

Ketiganya meliputi dukungan anggaran internal, kontribusi fasilitas atau in-kind, serta penggalangan fresh money dari mitra eksternal.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas ruang pengembangan kampus tanpa sepenuhnya bergantung pada pembiayaan konvensional.

“Dengan modal reputasi akademik, kapasitas SDM, dan posisi strategis yang kita miliki, UIN Walisongo optimistis mampu melompati keterbatasan anggaran internal untuk menghadirkan layanan pendidikan tinggi berkualitas internasional,” pungkas Musahadi. (**)