Hadapi Ancaman Kekurangan Air Baku, PDAM Semarang Patroli Jalur Klambu-Kudu

redaksi
1 Sep 2026 08:06
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Kondisi kemarau membuat ketersediaan air baku menjadi perhatian dalam menjaga kelancaran pasokan air bersih bagi masyarakat Kota Semarang. Perumda Air Minum Tirta Moedal pun meningkatkan pemantauan terhadap jalur suplai air baku dari Bendung Klambu, Kabupaten Grobogan, menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu di Kecamatan Genuk.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah patroli rutin di sepanjang saluran Klambu-Kudu. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan aliran air baku tetap berjalan dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi proses pengolahan air di IPA Kudu.

Patroli dilakukan pada Sabtu malam (29/8/2026) dengan melibatkan Perum Jasa Tirta (PJT), kepolisian, dan TNI. Petugas menyusuri jalur air baku mulai dari Bendung Klambu hingga IPA Kudu untuk melihat kondisi saluran sekaligus memastikan tidak ada gangguan terhadap aliran.

Plt Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Hariyadi, mengatakan pengawasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah menghadapi potensi berkurangnya ketersediaan air baku selama musim kemarau.

“Sabtu, 29 Agustus 2026 kami dari PDAM Tirta Moedal bersama PJT, Polsek, serta Koramil Kebon Agung melakukan patroli terkait air baku dari Klambu sampai ke Kudu,” ujarnya.

Jalur Klambu-Kudu memiliki panjang sekitar 40,55 kilometer. Saluran terbuka tersebut menjadi salah satu jalur penting yang mengalirkan air baku dari Bendung Klambu menuju IPA Kudu sebelum diproses dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan.

Dengan panjang jalur tersebut, pemantauan kondisi saluran membutuhkan pengawasan secara berkala. Gangguan pada salah satu bagian jalur berpotensi menghambat aliran air baku dan pada akhirnya dapat memengaruhi kapasitas pengolahan di IPA Kudu.

Hariyadi mengatakan patroli dilakukan secara rutin, terutama ketika kondisi kemarau meningkatkan risiko menurunnya ketersediaan air baku.

“Dengan patroli ini, kami berharap suplai air bisa sampai ke Kudu. Kegiatan ini juga rutin dilakukan untuk menangani kelangkaan air baku di Kudu,” katanya.

Menurut Hariyadi, keberadaan air baku menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga proses produksi air bersih. Ketika debit atau aliran air baku mengalami gangguan, proses pengolahan di instalasi juga dapat ikut terdampak sehingga berpotensi memengaruhi pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh PDAM Tirta Moedal, tetapi juga melibatkan sejumlah pihak yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengamanan jalur air. Koordinasi lintas instansi dinilai penting agar apabila ditemukan persoalan di sepanjang saluran, penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“PDAM terus berupaya menjaga pasokan agar tetap stabil dan dapat terdistribusi kepada masyarakat. Kami juga terus melakukan patroli secara rutin,” pungkas Hariyadi.

Patroli jalur Klambu-Kudu menjadi salah satu langkah antisipasi menghadapi kondisi kemarau. Dengan pemantauan secara berkala, kondisi saluran dan aliran air baku dapat diketahui lebih cepat sehingga potensi gangguan terhadap pasokan air ke IPA Kudu dapat segera ditangani.(**)