Beroperasi hingga Malam, BRT Trans Semarang Buka Layanan ke Mall 23 dan POJ City

redaksi
6 Jun 2026 00:12
Berita 0
3 menit membaca

AKSRAKINI.COM – Kehadiran Mal 23 Semarang Shopping Center di kawasan Marina, Pearl of Java (POJ) City, tidak hanya menambah pilihan destinasi belanja dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mendorong pengembangan layanan transportasi publik.

Untuk mendukung mobilitas pengunjung dan pekerja di kawasan tersebut, Trans Semarang kini mengoperasikan layanan BRT menuju Mal 23 melalui rute khusus dari Halte PRPP.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan layanan tersebut masih dalam tahap uji coba yang dimulai sejak 21 Mei 2026. Sebanyak dua armada bus disiapkan untuk melayani perjalanan menuju kawasan POJ City, termasuk Mal 23.

“Rute yang kami operasikan berangkat dari Halte PRPP menuju kawasan POJ City, kemudian keluar melalui Halte Cakrawala di Karangayu dan kembali lagi ke PRPP. Saat ini masih tahap uji coba untuk melihat potensi penumpangnya,” kata Haris.

Menurut Haris, pembukaan rute tersebut berawal dari adanya potensi pergerakan masyarakat yang cukup besar setelah Mal 23 mulai beroperasi. Selain menjadi pusat perbelanjaan baru, kawasan tersebut juga menjadi lokasi aktivitas ribuan pekerja setiap harinya.

“Dari pengelola Mal 23 kami mendapat informasi bahwa terdapat potensi penumpang yang cukup besar. Tidak hanya pengunjung, tetapi juga ribuan karyawan yang bekerja di kawasan tersebut. Karena itu kami mencoba menangkap kebutuhan transportasi tersebut melalui uji coba layanan ini,” ujarnya.

Dalam operasionalnya, Trans Semarang menggunakan armada bus berukuran medium yang melayani lintasan sepanjang kurang lebih 15 kilometer.

Selama masa uji coba, evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk mengukur tingkat okupansi dan kebutuhan transportasi masyarakat.

Layanan BRT menuju Mal 23 beroperasi mulai pukul 07.30 WIB hingga 22.30 WIB. Jadwal keberangkatan disesuaikan dengan aktivitas pekerja dan pengunjung yang beraktivitas di kawasan POJ City.

“Pada jam-jam sibuk seperti pagi, siang, dan sore hari, waktu tunggu bus rata-rata sekitar 10 menit. Sedangkan di luar jam padat, headway berkisar antara 20 hingga 30 menit,” jelas Haris.

Ia menambahkan, respons masyarakat terhadap layanan baru tersebut menunjukkan tren yang cukup positif.

Kehadiran BRT bisa menjadi alternatif transportasi publik yang nyaman bagi pekerja, pelajar, maupun masyarakat umum yang ingin menuju kawasan POJ City dan Mal 23 tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

Selain fokus pada pengembangan layanan ke kawasan Marina, Trans Semarang juga tengah mengkaji aspirasi masyarakat terkait pengaktifan kembali rute menuju kawasan The Park Semarang.

“Kami menerima cukup banyak masukan melalui media sosial mengenai layanan ke The Park. Saat ini sedang kami kaji, termasuk menghitung kebutuhan armada, jarak tempuh, dan pola operasionalnya agar dapat terintegrasi dengan rute yang sudah ada,” ungkapnya.

Haris menjelaskan, layanan menuju kawasan The Park sebenarnya pernah beroperasi sebelumnya. Namun rute tersebut kemudian dialihkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi di wilayah lain yang dinilai memiliki tingkat permintaan lebih tinggi, khususnya kawasan pendidikan.

“Dulu rute itu pernah ada, tetapi kami alihkan karena melihat kebutuhan transportasi di kawasan Kokrosono cukup besar dengan banyaknya sekolah. Prioritas kami saat itu mendukung mobilitas pelajar,” katanya. (*)