BPBD Jateng Tutup Tanggul Jebol Sungai Silandak, Penanganan Lanjutan Disiapkan

Alan Henry
16 Mei 2026 18:56
Daerah 0
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah telah menutup tanggul Sungai Silandak yang jebol dan memicu banjir di kawasan Semarang Barat serta Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Saat ini, koordinasi lintas pihak masih terus dilakukan untuk penanganan lanjutan maupun solusi jangka panjang.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi sebelum banjir terjadi dengan memasang talut darurat di lokasi.

“Untuk Silandak Jembawan sudah ada penanganan dari hari Jumat 8 Mei 2026, namun kehantam arus banjir, dan material bahan banjiran pasir dua rit hanyut di air,” katanya saat dikonfirmasi pada Sabtu (16/5/2026).

Menurut Bergas, BPBD juga menurunkan personel untuk memantau kondisi di lapangan, membantu masyarakat terdampak, serta melakukan kerja bakti membersihkan sisa material banjir.

“Hari ini kami melakukan cek lokasi dan penanganan darurat. Untuk jangka panjang masih kami koordinasikan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, untuk penanganan tanggul secara lebih lanjut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.

“Untuk penanganan tanggul sudah berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juwana,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih hilang akibat meluapnya Sungai Silandak di wilayah Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah barat dan selatan Kota Semarang, seperti Ngaliyan, Mangkang, dan sekitarnya pada Jumat (15/5/2026) malam menyebabkan banjir di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Ngaliyan.

Kondisi tersebut dipicu meluapnya beberapa sungai di kawasan tersebut, termasuk Sungai Silandak, hingga menggenangi permukiman warga.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan belasungkawa atas musibah luapan Sungai Silandak di Purwoyoso, Ngaliyan, yang menyebabkan adanya korban meninggal dunia dan korban hilang.

“Saya sudah meminta seluruh jajaran terkait bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membantu warga terdampak, serta memaksimalkan proses pencarian korban,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan wilayah rawan banjir agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban jiwa.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan berkoordinasi penuh dengan Pemerintah Kota Semarang, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan, agar penanganan di lapangan berjalan cepat dan terpadu. Kami juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah,” ungkap gubernur.

Luthfi juga menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana secara bersama-sama, mulai dari normalisasi sungai, pengendalian lingkungan di daerah aliran sungai, hingga peningkatan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

“Pemerintah tidak akan tinggal diam, dan akan memastikan langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang dilakukan secara serius, demi melindungi warga,” tegasnya.***