Pemkot Semarang Gerak Cepat Tangani Banjir Tugu dan Ngaliyan

Alan Henry
16 Mei 2026 11:14
Berita 0
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM — Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat melakukan penanganan darurat setelah banjir melanda wilayah Kecamatan Tugu dan Ngaliyan pada Jumat (15/5/2026) malam. Penanganan difokuskan pada pembersihan material lumpur di jalur Silayur serta pencarian seorang warga lanjut usia bernama Ibu Maryam (70) yang dilaporkan hanyut akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah terkait telah diperintahkan turun langsung ke lokasi guna membantu masyarakat terdampak banjir. Ia menjelaskan curah hujan tinggi di wilayah hulu Ungaran bagian timur dan kawasan lokal Ngaliyan menyebabkan debit air di Kali Silandak dan Kali Plumbon meluap.

Berdasarkan data Kecamatan Tugu, sebanyak 313 kepala keluarga di Kelurahan Mangkang Kulon terdampak banjir akibat luapan sungai tersebut. Selain genangan air, tanggul di wilayah RT 01 RW 01 dilaporkan jebol sepanjang sekitar 40 meter sehingga memperburuk kondisi banjir di permukiman warga.

Agustina mengatakan perbaikan darurat tanggul yang ambrol akan mulai dilakukan pada Sabtu pagi (16/05/2026). Pemerintah Kota Semarang akan berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk memperkuat tanggul menggunakan ribuan karung pasir atau sand bag serta pemasangan trucuk bambu sebagai penahan sementara.

“Meskipun Sungai Plumbon secara teknis berada di bawah kewenangan BBWS, Pemkot Semarang tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah darurat besok (Sabtu, 16/5/2026) pagi. Kita akan kerahkan personel untuk melakukan penambalan tanggul sementara agar warga merasa aman jika terjadi hujan susulan di wilayah hulu,” ujar Agustina.

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang juga melakukan pembersihan lumpur tebal yang menutup akses jalan di kawasan Silayur, Ngaliyan. Pembersihan dilakukan menggunakan alat berat dan truk tangki air agar jalur penghubung Semarang-Boja kembali aman dilalui kendaraan.

Agustina menambahkan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memetakan wilayah rawan banjir di kawasan Semarang Barat sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti informasi peringatan dini dari instansi terkait.

“Malam ini petugas pembersihan lumpur masih bekerja di Silayur dan besok pagi saya minta warga bersama jajaran kelurahan melakukan gotong royong massal untuk membersihkan lingkungan masing-masing. Kami berkomitmen untuk mendampingi seluruh warga terdampak hingga situasi kembali kondusif dan aktivitas ekonomi berjalan normal,” pungkasnya.***