Bukan Proyek MTQ, Penataan Simpang Lima Semarang Dikebut untuk Atasi Banjir

redaksi
11 Agu 2026 22:36
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Penataan kawasan Simpang Lima Kota Semarang bukan semata-mata dilakukan untuk menyambut Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional. Pemerintah Kota Semarang menegaskan proyek tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan jangka panjang, termasuk upaya mengurangi persoalan banjir.

Salah satu pekerjaan utama yang disiapkan adalah pembangunan drainase bawah tanah. Infrastruktur tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati, mengatakan proses pengadaan pembangunan drainase bawah tanah telah berjalan.

“Anggaran untuk pembangunan drainase bawah itu ada di DPU. Proses pengadaan barangnya sudah berjalan dan saya kira bulan ini sudah ada penetapan pemenang,” ujar Murni Ediati, yang akrab disapa Pipie.

Menurut Pipie, pembangunan drainase menjadi bagian penting dari penataan Simpang Lima karena kawasan tersebut merupakan salah satu ruang publik utama di Kota Semarang.

Taman Simpang Lima Dibongkar

Sementara itu, Disperkim bertugas melakukan pembongkaran boulevard taman lingkar Simpang Lima. Sejumlah tanaman dan pohon yang terdampak pekerjaan tidak langsung dibuang, melainkan dipindahkan ke kebun bibit milik pemerintah.

Tanaman tersebut akan dirawat dan nantinya dapat dikembalikan untuk mendukung penghijauan kawasan.

“Tugas kami hanya melakukan pembongkaran boulevard taman lingkar dan mengamankan pohon-pohon tanaman ke kebun bibit. Untuk tahap berikutnya ada Dinas Perdagangan dan DPU yang akan melanjutkan pekerjaan,” jelas Pipie.

Pembongkaran tersebut menjadi bagian dari tahapan pekerjaan sebelum penataan kawasan dilakukan secara lebih menyeluruh.

Penataan Berlanjut Setelah MTQ

Pipie memastikan pekerjaan di Simpang Lima tidak akan berhenti setelah MTQ Nasional selesai digelar.

Menurutnya, pelaksanaan MTQ hanya berlangsung bersamaan dengan proses pembangunan yang memang sudah direncanakan sebelumnya.

Karena itu, setelah agenda nasional tersebut selesai, pekerjaan infrastruktur dan penataan kawasan akan kembali dilanjutkan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bahkan menginginkan Simpang Lima nantinya memiliki tampilan yang lebih menarik sekaligus tetap mempertahankan karakter hijaunya.

“Harapannya nanti kembali seperti semula. Bahkan Bu Wali berharap kawasan Simpang Lima bisa menjadi lebih cantik,” kata Pipie.

Pemkot Gandeng Swasta Lewat CSR

Untuk memperkuat penataan kawasan, Pemkot Semarang juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Skema tersebut diarahkan untuk mendukung penataan kawasan lingkar luar Simpang Lima sehingga revitalisasi tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.

Kolaborasi dengan perusahaan diharapkan dapat membantu menghadirkan ruang publik yang lebih tertata dan menarik bagi masyarakat.

Proyek Tetap Berjalan Saat MTQ

Selama pelaksanaan MTQ Nasional, sebagian pekerjaan fisik di kawasan Simpang Lima masih berlangsung. Pemkot Semarang pun menyiapkan cara agar area konstruksi tidak mengganggu pemandangan selama kegiatan berlangsung.

Bagian yang masih dalam tahap pembangunan akan ditutup menggunakan media visual atau MMT yang dapat dihiasi dengan gambar dan informasi mengenai MTQ.

“Karena pembangunan fisiknya masih berjalan bersamaan dengan pelaksanaan MTQ, bagian yang sedang dibangun nanti mungkin akan ditutup dengan MMT. Jadi tidak terlalu terlihat sebagai area pembangunan dan bisa dihias dengan gambar-gambar terkait MTQ,” ujar Pipie.

Setelah MTQ selesai, pekerjaan akan kembali dilanjutkan hingga seluruh tahapan penataan kawasan rampung.

Penghijauan juga akan dilakukan setelah pekerjaan infrastruktur memungkinkan. Dengan konsep tersebut, penataan Simpang Lima diharapkan tidak hanya menghasilkan kawasan yang lebih menarik, tetapi juga mendukung upaya Pemkot Semarang mengurangi persoalan genangan dan meningkatkan kualitas ruang publik.

Dengan demikian, proyek Simpang Lima memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar mempercantik kawasan untuk agenda MTQ. Pemerintah menempatkan perbaikan drainase, penghijauan, estetika kawasan, dan kolaborasi dengan pihak swasta sebagai bagian dari penataan jangka panjang salah satu ikon Kota Semarang. (**)