Target 5 Kursi di Dapil 2, PDIP Pedurungan Perkuat Struktur hingga 181 RW

redaksi
10 Agu 2026 10:27
4 menit membaca

AKSARAKINI.COM – PDI Perjuangan Kota Semarang mulai menghitung kekuatan politik menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi struktur partai diperkuat hingga tingkat anak ranting di lingkup RW.

Sebanyak sekitar 800 pengurus ranting dan anak ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Pedurungan dilantik di GOR Manunggal Jati, Minggu malam (9/8/2026).

Pelantikan tersebut menjadi rangkaian terakhir Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musran) PDI Perjuangan se-Kota Semarang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Endro Dwi Cahyono, mengatakan penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah merupakan bagian penting dari persiapan menuju Pemilu 2029.

Bagi PDIP, kekuatan struktur bukan hanya soal jumlah pengurus. Jaringan tersebut diharapkan menjadi mata dan telinga partai untuk mengetahui persoalan masyarakat secara langsung.

“Besok harus segera turun ke bawah. Semuanya harus turun ke bawah, dekat dengan rakyat, jangan membelakangi rakyat,” kata Endro.

Target Lima Kursi di Dapil 2 Semarang

Endro menegaskan para pengurus baru tidak boleh hanya aktif di atas kertas. Mereka diminta rutin turun ke masyarakat, mendengar keluhan, sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat akan menjadi modal penting menghadapi kontestasi politik 2029.

“Semakin sering kita turun ke bawah dan mendengarkan, tentunya ini juga akan baik terhadap persepsi publik. Mau 2029 atau kapan pun, kita harus selalu turun dan dekat dengan rakyat,” ujarnya.

Penguatan struktur tersebut juga tidak lepas dari target PDIP untuk mengembalikan perolehan kursi legislatif di Dapil 2 Semarang.

Dapil 2 meliputi Kecamatan Pedurungan, Gayamsari, dan Genuk.

Endro menyebut target lima kursi di dapil tersebut masih realistis untuk diwujudkan pada Pemilu 2029.

“Saya kira target lima kursi adalah yang masuk akal. Semoga bisa lebih,” katanya.

Endro yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah menilai struktur hingga tingkat ranting dan anak ranting akan membuat partai lebih cepat mengetahui persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Struktur yang kuat dari ranting hingga anak ranting membuat kami semakin sering turun ke bawah. Kami bisa lebih sensitif terhadap segala permasalahan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat, lalu menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.

181 RW Jadi Basis Penguatan Struktur PDIP Pedurungan

Ketua PAC PDI Perjuangan Pedurungan, Rahmulyo Adi Wibowo, mengatakan konsolidasi organisasi di wilayahnya dilakukan hingga tingkat RW.

Pedurungan memiliki 181 RW. Setiap anak ranting diisi sekitar lima pengurus, sementara pengurus ranting di tingkat kelurahan berjumlah sekitar sembilan orang.

Menurut Rahmulyo, struktur hingga tingkat RW menjadi bagian penting untuk memperkuat mesin politik PDIP.

“Kalau kita ingin menang, kita harus punya kaki dan tangan di tingkat bawah. Struktur partai sampai tingkat RW ini menjadi bagian dari penguatan tersebut,” katanya.

Konsolidasi itu sekaligus menjadi persiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029. Dengan struktur yang telah terbentuk, PDIP Pedurungan mengklaim lebih siap apabila nantinya peserta pemilu kembali menghadapi proses verifikasi.

“Ini bagian dari proses pemanasan. Ketika nanti KPU mensyaratkan verifikasi terhadap peserta Pemilu 2029, PDIP Perjuangan sudah siap,” ujarnya.

Target lima kursi bukan tanpa alasan. Pada Pemilu 2019, PDIP berhasil memperoleh lima kursi dari Dapil 2 Semarang. Namun, perolehan tersebut mengalami penurunan pada Pemilu 2024.

Karena itu, konsolidasi struktur hingga tingkat bawah kini diarahkan untuk membangun kembali kekuatan partai di dapil tersebut.

“Kami punya target dan keinginan kuat mengembalikan kursi PDIP Perjuangan di Dapil 2 ini menjadi lima kembali,” tegas Rahmulyo.

Sekitar 800 pengurus yang dilantik di Pedurungan diharapkan menjadi tambahan energi untuk memperluas kerja politik PDIP.

Menariknya, sebagian dari mereka merupakan kader yang sebelumnya aktif sebagai relawan.

Rahmulyo berharap para relawan yang kini masuk dalam struktur resmi partai memiliki rasa memiliki yang lebih kuat terhadap organisasi.

“Harapannya mereka memiliki rasa memiliki, ada ikatan dan bonding yang terbangun. Dengan begitu mereka bisa bergerak tanpa harus selalu menunggu perintah,” katanya.

Di tengah dinamika politik dan kemunculan partai-partai baru, PDIP Pedurungan memilih mempertahankan strategi yang selama ini mereka anggap menjadi kekuatan utama.

Rahmulyo menyebut kedekatan dengan masyarakat dan kerja nyata harus terus dijaga, bukan hanya ketika pemilu semakin dekat.

“Strategi kita sederhana. Dari tahun ke tahun, dari setiap pemilu, bantu masyarakat dan jangan pernah memunggungi rakyat. Sudah, selesai,” ujarnya.

Dengan jaringan yang kini diperkuat hingga tingkat RW dan sekitar 800 pengurus baru, PDIP Pedurungan mulai menatap Pemilu 2029 dengan satu target utama: mengembalikan lima kursi di Dapil 2 Semarang, sekaligus berupaya meraih hasil lebih besar.(**)