Rudi Rudensia Ubah Gaya Hidup, dari Joging hingga “Gila” Golf di Tengah Kesibukan Bisnis

redaksi
8 Agu 2026 11:22
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Kesibukan sebagai pengusaha tidak membuat Rudi Rudensia mengabaikan kesehatan. Menyadari berat badannya mulai berlebih dan merasa kurang percaya diri dengan kondisi tubuhnya, Rudi memutuskan mengubah gaya hidup dengan lebih rutin berolahraga.

Berbagai jenis olahraga kini dijalaninya, mulai dari joging, gym, badminton, padel hingga golf. Bahkan, olahraga golf belakangan menjadi aktivitas yang cukup sering dilakukan pengusaha asal Kota Semarang tersebut.

Rudi mengatakan keputusan untuk mulai rutin berolahraga berawal dari kesadaran terhadap kondisi tubuhnya.

Menurutnya, aktivitas yang padat sebagai pemilik Rudensia Group membuat dirinya harus memiliki kondisi fisik yang prima agar dapat menjalankan berbagai tanggung jawab sehari-hari.

“Saya sadar berat badan sudah overweight. Karena aktivitas juga padat, akhirnya saya berpikir harus mulai menjaga kesehatan dengan olahraga,” ujar Rudi.

Dari Joging hingga Golf

Rudi tidak membatasi diri pada satu jenis olahraga. Ia mencoba berbagai aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran sekaligus mencari olahraga yang sesuai dengan dirinya.

Joging dan gym menjadi bagian dari rutinitasnya. Ia kemudian mencoba badminton dan padel yang dinilai memberikan pengalaman olahraga yang berbeda.

Belakangan, golf justru menjadi olahraga yang paling menarik perhatiannya.

Menurut Rudi, olahraga bukan hanya mengenai menurunkan berat badan, tetapi juga menjadi cara untuk menjaga stamina sekaligus melepas penat setelah menjalani aktivitas bisnis.

“Sekarang malah sedang gila golf,” katanya sambil bercanda.

Baginya, olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Kesibukan Bisnis Tak Jadi Alasan

Di usia kepala empat, Rudi masih aktif mengembangkan berbagai bidang usaha melalui Rudensia Group.

Bisnis yang dijalaninya mencakup sejumlah sektor, antara lain properti, air minum dalam kemasan (AMDK), food and beverage (F&B), otomotif, parfum hingga industri musik.

Padatnya aktivitas tersebut membuat waktu menjadi salah satu tantangan untuk berolahraga.

Namun, Rudi berusaha menyisihkan waktu di sela agenda bisnisnya.

Menurut dia, menjaga kesehatan justru harus menjadi bagian dari rutinitas, terutama bagi seseorang yang memiliki aktivitas dan tanggung jawab pekerjaan cukup tinggi.

Ia menilai olahraga tidak harus selalu dilakukan dalam waktu lama. Yang lebih penting adalah konsistensi dan kemauan untuk memulai.

Tak Hanya Bisnis, Kini Fokus pada Kesehatan

Perubahan gaya hidup Rudi menjadi bagian dari fase baru dalam kehidupannya.

Selain menjalankan bisnis, Rudi juga tengah menekuni profesi sebagai advokat. Ia dipercaya menjadi Bendahara Umum DPC Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kota Semarang di bawah kepemimpinan Ketua DPC Ahmad Reza Fahrudin, S.H.

Aktivitas tersebut membuat rutinitas Rudi semakin beragam.

Ia harus membagi waktu antara mengelola bisnis, menjalankan tanggung jawab organisasi profesi, serta menjaga kesehatan.

Menurut Rudi, kesuksesan tidak akan berarti banyak apabila tidak diimbangi dengan kesehatan.

Karena itu, ia ingin menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar aktivitas sesaat untuk menurunkan berat badan.

Olahraga Jadi Investasi Jangka Panjang

Rudi menganggap kesehatan sebagai investasi jangka panjang.

Kesadaran tersebut membuatnya mulai lebih memperhatikan aktivitas fisik dan pola hidup di tengah kesibukannya.

Ia berharap kebiasaan berolahraga yang kini dijalani dapat terus dipertahankan.

Bagi Rudi, perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kesadaran untuk meluangkan waktu, bergerak lebih aktif, dan menjaga kebugaran merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja.

“Saya pikir kesehatan itu investasi. Kalau kita sehat, aktivitas apa pun bisa kita jalankan dengan lebih baik,” ujarnya.

Dari seorang pengusaha yang memiliki kesibukan padat, Rudi Rudensia kini mencoba membangun keseimbangan baru dalam hidupnya. Bisnis tetap berjalan, profesi terus dikembangkan, tetapi kesehatan mulai ditempatkan sebagai bagian penting dari perjalanan tersebut.(**)