Gangguan Air Bersih Meluas, Pemkot Semarang Siapkan Distribusi Air Tangki

redaksi
16 Jul 2026 17:55
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Gangguan distribusi air bersih akibat kebocoran pipa utama PDAM Tirta Moedal di kawasan Kaligawe mendapat perhatian serius dari Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. Ia meminta manajemen PDAM segera melakukan pembenahan agar pelayanan kepada masyarakat semakin andal, terutama menjelang musim kemarau.

Gangguan yang terjadi sejak Jumat (10/7/2026) menyebabkan pasokan air ke sejumlah kawasan, seperti Kaligawe, Genuk, Muktiharjo, dan Tlogosari, terganggu. Kondisi tersebut memunculkan keluhan dari pelanggan yang kesulitan memperoleh air bersih.

Agustina menegaskan pelayanan air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga setiap gangguan harus ditangani secara cepat dan terukur.

“Saya meminta PDAM melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan memperkuat langkah antisipasi, terutama karena kita akan memasuki musim kemarau,” ujarnya.

Selain mempercepat pemulihan jaringan, Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan langkah darurat berupa distribusi air bersih menggunakan mobil tangki bagi masyarakat yang belum terjangkau jaringan perpipaan maupun wilayah yang terdampak gangguan cukup lama.

Menurut Agustina, bantuan air bersih menjadi solusi sementara untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga distribusi kembali normal.

Ia juga meminta Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Moedal melakukan evaluasi terhadap proses penanganan kebocoran pipa di Kaligawe. Evaluasi tersebut diharapkan menghasilkan perbaikan sistem agar respons terhadap gangguan serupa dapat dilakukan lebih cepat pada masa mendatang.

“Pelanggan harus menjadi prioritas. Saya ingin setiap kendala segera ditangani sehingga masyarakat tidak terlalu lama terdampak ketika terjadi gangguan distribusi,” tegasnya.

Pemkot Semarang juga akan meningkatkan pengawasan terhadap layanan air bersih selama musim kemarau. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kontinuitas pasokan air sekaligus meminimalkan dampak apabila terjadi gangguan pada jaringan distribusi.(**)