1,13 Juta BRILink Agen Tersebar di 60 Ribu Desa, Jadi Penggerak Ekonomi di Pelosok

redaksi
15 Agu 2026 18:03
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Akses layanan keuangan semakin dekat dengan masyarakat di berbagai daerah melalui jaringan BRILink Agen. Hingga Juni 2026, jumlah agen BRILink mencapai 1,13 juta dan telah menjangkau lebih dari 60.753 desa di Indonesia.

Jaringan tersebut menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah yang akses terhadap layanan perbankan formalnya masih terbatas.

Sepanjang Semester I 2026, BRILink Agen mencatat lebih dari 501 juta transaksi dengan nilai sales volume mencapai Rp841 triliun.

Besarnya aktivitas transaksi tersebut menunjukkan peran agen BRILink yang semakin penting dalam memenuhi kebutuhan layanan keuangan masyarakat sehari-hari.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengatakan BRILink dibangun dengan konsep kemitraan yang tidak hanya memperluas akses perbankan, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat yang menjadi agen.

“BRILink Agen menjadi salah satu andalan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah. Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan,” ujar Akhmad dalam keterangan resmi, Selasa (11/8/2026).

Dari Warung hingga Kios Menjadi Agen

Kehadiran BRILink memungkinkan warung, kios, dan pelaku usaha ultra mikro berperan sebagai perpanjangan layanan perbankan di lingkungan tempat tinggalnya.

Masyarakat tidak harus selalu mendatangi kantor bank untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi. Agen BRILink dapat melayani sejumlah kebutuhan, seperti pembayaran tagihan, pembelian pulsa, layanan asuransi hingga referensi pinjaman.

Bagi pemilik usaha, keberadaan layanan tersebut sekaligus membuka peluang memperoleh tambahan pendapatan.

BRI terus mendorong pengembangan kapasitas agen melalui pendampingan dan edukasi mengenai pemanfaatan berbagai fitur layanan.

Perkuat Inklusi Keuangan

Jaringan BRILink yang menjangkau lebih dari 60 ribu desa menjadi bagian dari strategi memperluas inklusi keuangan di Indonesia.

Menurut Akhmad, momentum Hari Kemerdekaan ke-81 RI menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk mendapatkan akses layanan keuangan seharusnya dapat dirasakan masyarakat tanpa dibatasi oleh lokasi geografis.

“BRI memaknai kemerdekaan sebagai kesempatan yang setara bagi setiap masyarakat untuk tumbuh dan berkembang, tanpa dibatasi oleh letak geografis,” katanya.

Dengan jaringan yang semakin luas, BRILink diharapkan tidak hanya menjadi tempat masyarakat melakukan transaksi, tetapi juga berkembang sebagai pusat layanan keuangan di tingkat komunitas.

BRI pun berkomitmen melanjutkan pendampingan, edukasi, pengembangan fitur serta program loyalitas bagi agen agar keberadaan BRILink semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada akhirnya, semakin luasnya jaringan agen diharapkan mampu memperkuat akses keuangan formal sekaligus ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat hingga ke pelosok Indonesia. (**)