Drainase Dikebut Jelang Musim Hujan, Ini Titik yang Jadi Prioritas DPU Semarang

redaksi
25 Sep 2026 00:19
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Mengantisipasi potensi genangan saat hujan deras, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mempercepat pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur di berbagai titik.

Pekerjaan yang meliputi drainase, perbaikan jalan hingga pembangunan pompa tersebut ditargetkan rampung paling lambat pertengahan Desember 2026.

Kepala DPU Kota Semarang Suwarto mengatakan, pengerjaan sejumlah proyek terus dikebut agar dapat selesai sebelum memasuki periode hujan dengan intensitas tinggi.

“September ini masih cukup waktu. Kebanyakan selesainya pertengahan Desember, sekitar tanggal 15 sampai 20,” kata Suwarto.

Salah satu pekerjaan yang kembali dilanjutkan adalah drainase di Jalan Pierre Tendean. Selain itu, DPU juga mempercepat pekerjaan drainase di kawasan Gajah dan Simpang Lima.

“Untuk Jalan Pierre Tendean drainase, kemudian Gajah juga drainase. Kalau Simpang Lima ini drainase untuk lapak-lapak PKL diperbesar karena selama ini kecil dan menimbulkan bau,” jelasnya.

Menurut Suwarto, saluran di kawasan Simpang Lima nantinya juga dibuat lebih mudah dalam proses pemeliharaan dan pembersihan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi drainase sekaligus mengurangi potensi genangan.

Ada U-Ditch hingga Pembangunan Pompa

Selain drainase, DPU Kota Semarang juga mengerjakan sejumlah proyek pendukung lainnya.

Di antaranya pembangunan U-Ditch di Muktiharjo Lor, pembangunan pompa di Taman Hasanudin, serta perbaikan sejumlah ruas jalan menuju Ungaran.

“Yang lain ada pembangunan U-Ditch di Muktiharjo Lor, kemudian pompa di Taman Hasanudin, serta perbaikan jalan-jalan yang menuju akses ke Ungaran,” ujarnya.

Suwarto mengatakan, penanganan drainase menjadi salah satu fokus DPU untuk menghadapi potensi banjir ketika hujan deras mengguyur Kota Semarang.

Sebelumnya, penanganan juga dilakukan di kawasan Simpang Lima dan Jalan Pahlawan. Di kawasan Pahlawan, DPU menyiapkan penggantian bagian saluran menggunakan grill berbahan steel.

Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai sekitar dua bulan. Sistem itu dirancang untuk mengarahkan aliran air dari kawasan Jalan Diponegoro menuju saluran sabuk Sriwijaya.

“Supaya air yang loncat dari Diponegoro itu tidak langsung ke Simpang Lima, tetapi masuk ke saluran sabuknya Sriwijaya,” katanya.

Pengerjaan saluran tersebut akan dikoordinasikan dengan kepolisian lalu lintas karena berpotensi memengaruhi arus kendaraan.

Sejumlah Proyek Berlanjut 2027

Di sisi lain, sejumlah pekerjaan infrastruktur yang belum selesai pada 2026 diproyeksikan berlanjut pada 2027.

Beberapa di antaranya pembangunan dan peningkatan jalan di kawasan Tanjung Mas dan Citarum serta sejumlah ruas yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Untuk Jalan Citarum, Suwarto menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena pengerjaannya baru dilakukan tahun depan. Ruas tersebut memiliki fungsi penting sebagai jalur kendaraan, termasuk kendaraan berat menuju kawasan industri dan Bandara Jenderal Ahmad Yani.

“Citarum itu untuk lintasan kendaraan berat. Karena jalan dari arteri, sekarang kendaraan tidak lewat Majapahit, tetapi lewat Citarum langsung ke Pedurungan,” jelasnya.

Sementara itu, penanganan jalan di wilayah Manyaran tetap dilakukan secara bertahap. Kondisi lalu lintas dan kendaraan dengan tonase besar menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu pengerjaan.

“Kita tetap berupaya untuk melayani masyarakat di jalan ini,” tutur Suwarto.(**)