Disdik Semarang Percepat Rehabilitasi Sekolah Rusak, SDN Pendrikan Lor 02 Jadi Prioritas

redaksi
30 Jul 2026 20:19
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mempercepat program rehabilitasi sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Pada 2026, lebih dari 30 titik sekolah dasar menjadi sasaran perbaikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, M. Ahsan, mengatakan rehabilitasi bangunan sekolah menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Semarang. Penanganan dilakukan secara bertahap karena masih terdapat sejumlah sekolah yang membutuhkan perbaikan.

“Masih ada beberapa sekolah yang mengalami kerusakan. Tahun 2026 kami fokus melakukan rehabilitasi di lebih dari 30 titik sekolah dasar yang masuk kategori rusak sedang dan berat,” ujar Ahsan.

Menurutnya, setiap bangunan sekolah yang akan direhabilitasi terlebih dahulu menjalani asesmen oleh tim sarana dan prasarana. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus menentukan bentuk penanganan yang sesuai.

“Ada bangunan yang masuk kategori rusak sedang dan ada yang berat. Semua akan kami asesmen terlebih dahulu agar perbaikannya tepat sasaran,” katanya.

Ahsan menjelaskan, pelaksanaan rehabilitasi sekolah pada 2026 telah berjalan. Sejumlah proyek masih berada dalam tahap pengadaan, sementara beberapa lokasi sudah mulai dikerjakan oleh penyedia jasa.

“Programnya sudah berjalan. Ada yang masih proses pengadaan, ada juga yang sudah mulai dikerjakan. Kami berharap seluruh pekerjaan selesai sesuai target sehingga siswa dapat belajar dengan lebih aman,” jelasnya.

Program perbaikan sekolah juga akan dilanjutkan pada 2027. Pemerintah Kota Semarang menargetkan lebih dari 40 sekolah kembali memperoleh alokasi rehabilitasi.

Menurut Ahsan, kebutuhan perbaikan bangunan sekolah terus muncul setiap tahun. Kota Semarang memiliki sekitar 325 sekolah dasar negeri yang membutuhkan pemeliharaan secara berkelanjutan.

“Setelah satu sekolah selesai diperbaiki, sekolah lain mulai membutuhkan pemeliharaan. Karena itu, program rehabilitasi akan terus berlanjut,” ungkapnya.

Salah satu sekolah yang masuk daftar prioritas rehabilitasi adalah SD Negeri Pendrikan Lor 02 Semarang.

Sekolah tersebut mengalami kerusakan pada empat ruangan, yaitu dua ruang kelas, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan perpustakaan.

Kerusakan dipicu usia bangunan yang sudah cukup tua serta kondisi sejumlah bagian bangunan yang telah dimakan rayap. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus memindahkan kegiatan belajar mengajar ke ruangan lain demi menjaga keselamatan siswa.

Kepala SD Negeri Pendrikan Lor 02 Semarang, Dwi Hartiningsih, mengatakan kerusakan pada bagian kusen dan atap bangunan sudah cukup mengkhawatirkan.

“Kusen-kusennya hampir habis dimakan rayap dan atapnya sudah membahayakan. Kami terpaksa memindahkan anak-anak ke kelas lain, musala, bahkan belajar di luar ruangan agar tetap aman,” ujarnya.

Menurut Dwi, sekolah terakhir kali memperoleh renovasi besar pada era 1990-an. Pihak sekolah sempat melakukan perbaikan darurat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tetapi anggaran tersebut hanya mampu menangani sebagian kecil kerusakan.

“Kami berharap rehabilitasi segera direalisasikan agar anak-anak bisa belajar dengan tenang tanpa rasa khawatir terhadap kondisi bangunan,” katanya.

Program rehabilitasi sekolah menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Perbaikan tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Dengan percepatan rehabilitasi di lebih dari 30 titik sekolah pada 2026 serta rencana penambahan sasaran pada 2027, Disdik Kota Semarang berharap kebutuhan perbaikan sekolah dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.(**)