Inovasi Ekosistem Hijau PLN Indonesia Power di Pesisir Semarang

redaksi
18 Sep 2026 13:21
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Komitmen menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir Semarang terus digalakkan. PT PLN Indonesia Power UBP Semarang menggelar agenda Green Movement 2026 di RW 15 Tambak Mulyo, Kelurahan Tanjung Emas, Kamis (17/9/2026).

​Dalam aksi lingkungan ini, PLN Indonesia Power bersama insan media dan warga setempat menanam 1.000 bibit mangrove di area sheet pile. Aksi ini sekaligus menggenapi total 15.000 pohon mangrove yang telah ditanam di kawasan tersebut sejak tahun 2022.

​Manajer Administrasi PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Eva Wirabuana, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan lingkungan fisik, tetapi juga diintegrasikan dengan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Melalui program Intan Bahari, perusahaan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Cantik Bahari dan kelompok swadaya masyarakat dalam kegiatan urban farming, peternakan, hingga inovasi UMKM berbasis potensi lokal.

​”Selain fokus memproduksi listrik, kami sangat peduli terhadap lingkungan sekitar. Melalui kerja sama dan media gathering ini, kami ingin menyebarluaskan inisiatif kecil dari RW 15 agar menjadi inspirasi yang berdampak lebih luas,” ujar Eva.

​Ketua RW 15 Tambak Mulyo, Slamet Riyanto, mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari PLN Indonesia Power. Menurutnya, penanaman mangrove di sepanjang sheet pile seluas 2 hektar sangat krusial untuk memperkuat struktur dinding penahan rob agar bertahan lebih lama.

​”Sinergi ini mengubah wajah RW 15 dari kawasan kumuh menjadi wilayah yang hijau, mandiri, dan berdaya saing. Dukungan berupa fasilitas green house, mesin pengasapan ikan ramah lingkungan berbasis listrik dan energi terbarukan, hingga pembentukan bank sampah telah meningkatkan taraf ekonomi warga,” ungkap Slamet.

​Berkat konsistensi pemberdayaan lingkungan ini, RW 15 Tanjung Emas berhasil meraih Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Kategori Utama Nasional pada 2023 dan menorehkan prestasi sebagai Bank Sampah Terbaik Kota Semarang 2024.

Penataan lingkungan berbasis partisipasi warga per RT ini juga diproyeksikan untuk mendukung kawasan Tambak Mulyo menjadi Desa Wisata Bahari sekaligus pusat edukasi Mangrove Learning Center di masa mendatang.(**)