Warga Keluhkan Sesak dan Batuk, Pemprov Jateng Siagakan Dokter di TPA Putri Cempo

redaksi
5 Sep 2026 12:39
Daerah 0
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan tim Dokter Spesialis Keliling (Speling) ke Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada warga yang terdampak asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Layanan kesehatan yang digelar Sabtu (5/9/2026) tersebut difokuskan pada gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap, terutama penyakit saluran pernapasan, mata, serta THT.

Dokter Spesialis Paru RSUD Dr Moewardi Surakarta, Hartanto, mengatakan sejumlah warga telah datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Keluhan yang ditemukan antara lain radang tenggorokan, batuk, hingga sesak napas.

“Tadi ada beberapa yang konsultasi, mulai radang tenggorokan, batuk, dan sesak nafas,” kata Hartanto di lokasi.

Menurutnya, warga yang mengalami gejala ringan mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan langsung di lokasi. Namun, apabila kondisi semakin berat, pasien akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain pemeriksaan, tim kesehatan juga memberikan edukasi kepada warga mengenai langkah perlindungan diri selama kebakaran masih berlangsung.

Warga disarankan memperhatikan sirkulasi udara di dalam rumah. Penggunaan air purifier dapat dilakukan untuk membantu menyaring udara. Jika tidak tersedia, warga disarankan menutup jendela agar asap dan debu dari luar tidak masuk ke dalam rumah.

“Solusi kedua ketika keluar rumah maupun di dalam rumah juga memakai masker medis,” jelas Hartanto.

Salah seorang warga Mojosongo, Fitri, mengatakan keluhan batuk, pilek, dan sesak napas mulai dirasakan sejumlah warga sejak hari kedua kebakaran.

Menurutnya, keluhan sesak napas lebih banyak dialami warga lanjut usia serta mereka yang memiliki penyakit bawaan. Fitri sendiri mengaku mengalami batuk-pilek, begitu pula anaknya yang masih balita.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang mendatangkan dokter spesialis keliling untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis.

“Dengan kondisi kebakaran yang masih belum benar-benar padam, layanan kesehatan seperti ini sangat membantu warga,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Sunarni. Ia mengatakan sesak napas menjadi salah satu gangguan kesehatan yang mulai dirasakan warga, khususnya mereka yang memiliki masalah pernapasan dan kelompok lansia.

Ia berharap pengelolaan sampah di TPA Putri Cempo ke depan dapat diperbaiki sehingga kejadian kebakaran serupa tidak kembali terjadi.

“Harapannya mudah-mudahan tahun depan tidak begini lagi, pengelolaan sampah juga lebih baik,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang meninjau lokasi kebakaran TPA Putri Cempo juga mengecek layanan Speling yang diberikan kepada warga.

Luthfi meminta dokter dari RSUD Dr Moewardi Surakarta memprioritaskan pemeriksaan terhadap kondisi paru-paru dan saluran pernapasan warga yang terdampak asap.

“Fokuskan pemeriksaan pada paru dan pernapasan, pastikan semua masyarakat terlayani dengan baik,” kata Luthfi kepada petugas kesehatan.

Ia mengatakan perlindungan masyarakat menjadi salah satu prioritas dalam penanganan kebakaran TPA Putri Cempo.

Selain tim Speling dari RSUD Dr Moewardi Surakarta, layanan kesehatan juga melibatkan RSJD Arief Zainuddin Surakarta. Petugas kesehatan turut disiagakan selama 24 jam di sekitar lokasi TPA.

“Speling kita sudah turun. Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah menurunkan mobil untuk pengecekan kualitas udara. Kami tidak ingin implikasi daripada kebakaran ini berdampak kepada masyarakat di sekitarnya,” ujar Luthfi usai meninjau lokasi kebakaran.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan warga yang berada di sekitar TPA Putri Cempo mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan sekaligus perlindungan selama proses penanganan kebakaran berlangsung.(**)