Backrooms Viral, Ternyata Ini Penyebab Ruang Kosong Terasa Horor

redaksi
17 Jul 2026 20:30
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Film Backrooms kembali mengangkat fenomena liminal space, istilah yang digunakan untuk menggambarkan ruang-ruang transisi seperti lorong panjang, koridor kosong, ruang tunggu, atau gedung yang tampak biasa tetapi menghadirkan suasana ganjil dan menegangkan.

Menariknya, rasa takut yang muncul saat melihat ruang-ruang tersebut tidak selalu dipicu oleh sosok menyeramkan.

Para ahli psikologi menilai ketidaknyamanan itu berasal dari cara otak manusia memproses lingkungan yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

Dikutip dari IFL Science, liminal space merupakan ruang yang berada di antara dua kondisi. Tempat ini memang dirancang untuk dilalui, bukan dihuni dalam waktu lama. Karena itulah, ketika ruang tersebut kosong tanpa aktivitas, otak akan meresponsnya secara berbeda.

Otak Sulit Membaca Situasi

Salah satu penyebab liminal space terasa menyeramkan adalah fenomena uncanny valley atau “lembah aneh”.

Otak manusia terbiasa mengenali pola dari lingkungan sekitar. Ketika menemukan tempat yang terlihat sangat familiar tetapi memiliki detail yang terasa janggal, otak akan mengalami kebingungan.

Lorong yang tak berujung, pencahayaan neon yang redup, ruangan kosong tanpa manusia, hingga suasana yang terlalu sunyi membuat otak gagal memprediksi apa yang akan terjadi berikutnya. Kondisi ini memicu rasa waspada meski tidak ada ancaman nyata.

Kesunyian Meningkatkan Respons Bertahan Hidup

Dalam kehidupan sehari-hari, keberadaan orang lain memberi sinyal bahwa lingkungan relatif aman.

Sebaliknya, ruang yang benar-benar sepi membuat otak mengaktifkan naluri bertahan hidup.

Tubuh menjadi lebih sensitif terhadap suara kecil, bayangan, maupun perubahan cahaya karena secara naluriah menganggap situasi tersebut berpotensi membahayakan.

Inilah sebabnya lorong sekolah pada malam hari atau koridor rumah sakit yang kosong sering kali terasa lebih menyeramkan dibandingkan tempat yang sama saat ramai.

Takut Kehilangan Arah

Backrooms juga menghadirkan ketakutan melalui konsep ruang yang seolah tidak memiliki ujung. Lorong yang terus berulang tanpa pintu keluar menciptakan ilusi terjebak.

Dalam psikologi, rasa kehilangan arah dan tidak memiliki kendali merupakan salah satu bentuk ketakutan paling mendasar yang dimiliki manusia.

Perasaan tersebut membuat penonton ikut merasakan kecemasan meski ancaman fisik tidak pernah benar-benar terlihat.

Mengapa Backrooms Mudah Membekas?

Banyak orang mengaku merasa pernah melihat tempat seperti Backrooms, baik melalui mimpi maupun pengalaman déjà vu.

Psikolog menilai hal itu terjadi karena liminal space memiliki elemen visual yang sangat umum, seperti lorong, kantor kosong, sekolah, atau pusat perbelanjaan.

Otak kemudian menghubungkannya dengan berbagai memori lama sehingga muncul sensasi seolah-olah pernah berada di tempat tersebut.

Fenomena inilah yang membuat Backrooms tidak hanya menjadi cerita horor internet, tetapi juga menarik perhatian para peneliti psikologi karena berkaitan dengan cara manusia memaknai ruang, kesunyian, dan ketidakpastian.(**)